Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Labuan Bajo, RD Frans Nala menjelaskan, tema Festival Golo Koe 2025 disesuaikan dengan arah dasar karya pastoral keuskupan, khususnya terkait pembangunan pariwisata di wilayah ini.
“Keuskupan Labuan Bajo baru saja terbentuk menjadi sebuah gereja lokal dengan kekayaan sosial, keragaman etnis/budaya, dan pluralitas agama. Dengan profil kemajemukan ini, Keuskupan Labuan Bajo ingin menjadi sebuah rumah kebangsaan yang ramah dan mozaik persaudaraan yang harmonis. Hal ini diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Festival Golo Koe yang pada tahun 2025 yang tahun ini memasuki tahun ke-4,” ujarnya.
“Dalam penyelenggaraan tahun ini, Keuskupan Labuan Bajo ingin menegaskan kembali karakteristik festival ini yang bercorak religi-budaya dan merangkul kemajemukan dan keanekaragaman sosial”, paparnya.
Festival Golo Koe adalah salah satu event religi dan budaya unggulan di Pulau Flores yang telah berhasil masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2025.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, Festival Golo Koe menjadi menjadi ruang ekspresi budaya, iman, dan kreativitas masyarakat Flores yang dikemas secara profesional dan menarik bagi masyarakat, wisatawan domestik, maupun internasional.













