Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh, menyampaikan bahwa Festival Golo Koe tahun ini menjadi momentum penting bagi kolaborasi multi pihak untuk semakin memperdalam semangat persaudaraan.
“Festival ini bukan sekedar ajang perayaan keagamaan dan budaya, tetapi sebuah platform untuk membangun narasi kebangsaan yang mengakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Dengan semangat sinodalitas, Festival Golo Koe menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan lintas agama, etnis, dan generasi, sekaligus mendukung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Frans Teguh menegaskan komitmen BPOLBFdalam mendukung Festival Golo Koe sebagai bagian dari upaya memajukan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang inklusif.
“BPOLBF berkomitmen untuk terus memfasilitasi kolaborasi antar pemangku kepentingan agar Festival Golo Koe dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat setempat, sejalan dengan pengembangan Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan,” tambahnya.
Tema Festival Golo Koe tahun 2025 ini, mencerminkan semangat sinodalitas, yaitu berjalan bersama dalam keberagaman untuk mencapai tujuan bersama.
Festival ini akan menjadi ruang bagi umat Katolik, masyarakat lokal, wisatawan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pariwisata yang memberdayakan masyarakat setempat serta menjaga harmoni dengan nilai-nilai agama dan budaya.













