JAKARTA-PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) menargetkan pertumbuhan laba bersih untuk Tahun Buku 2023 sebesar 35 persen (year-on-year), setelah pada tahun lalu perseroan berhasil membalikkan kinerja keuangan mencatatkan laba bersih dari sebelumnya mengalami kerugian.
“Kami menargetkan laba perusahaan di 2023 mungkin ada pertumbuhan 35 persen. Harapannya proyek baru yang kami tangani dapat memberikan kontribusi kepada bottom line perusahaan bisa 10-15 persen,” kata Direktur Utama FIMP, Mohamad Mulky Thalib saat pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Kamis (15/6).
Dia mengaku optimistis kinerja keuangan FIMP mampu mencapai target, karena adanya dukungan dari tren pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang bisa memacu kinerja industri konstruksi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
“Kami melihat bahwa pemulihan ekonomi dapat menjadi potensi tinggi, terutama bagi segmen paling gemuk, yakni residensial. Menurut lembaga riset konstruksi, PT BCI Central Indonesia, kinerja industri diperkirakan mengalami pertumbuhan 5 persen hingga 6 persen di tahun ini,” tutur Mulky.
Menurut Mulky, pertumbuhan sektor infrastruktur mencapai Rp159 triliun, residensial sebesar Rp54 triliun dan industrial sebesar Rp44,9 triliun.













