Adapun laba bersih tahun berjalan di 2024 sebesar Rp310,07 juta atau merosot 51,7 persen (y-o-y).
Perseroan memutuskan untuk menempatkan seluruh laba bersih tersebut sebagai saldo laba, sehingga total ekuitas per 31 Desember 2024 menjadi Rp31,02 miliar atau bertumbuh 1,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp30,69 miliar.
Hingga akhir 2024, total aset FIMP tercatat mencapai Rp35,65 miliar atau meningkat 2,7 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp1,73 miliar atau melambung 2.661,6 persen dibandingkan dengan jumlah kas per 31 Desember 2023 yang senilai Rp62,66 juta.
“Kami telah berhasil melewati tantangan di sepanjang 2024 yang diakibatkan oleh ketidakpastian ekonomi dan perseroan mampu menjaga kelangsungan usaha di tengah perlambatan kondisi ekonomi makro. FIMP optimistis kinerja di sepanjang tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” papar Mulky.
Terkait pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang juga diselenggarakan hari ini, para pemegang saham telah menyetujui seluruh agenda Rapat.
Adapun RUPST FIMP terdiri dari empat mata acara, yakni Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan; Persetujuan Penggunaan Laba Bersih; Persetujuan Penunjukkan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik; serta Penetapan Gaji dan Tunjangan Anggota Direksi dan Komisaris.















