Besaran capex ini lebih rendah dari perkiraan Fitch sebelumnya yanb berkisar Rp8 triliun-Rp9,5 triliun.
“Kami meyakini, kedua perusahaan telekomunikasi ini juga mendanai perluasan jaringan dan upaya fiberisasi melalui cara lain, seperti sewa pembiayaan,” ucap Janice.
Janice menilai, investasi yang tinggi oleh operator-operator telko di Indonesia tersebut disebabkan oleh kompetisi yang belum mereda hingga 12 bulan ke depan.
“Kami meyakini, operator selular akan terus mengejar strategi penetapan harga taktis untuk meningkatkan pendapatan dalam lingkungan bisnis yang menantang,” katanya.













