Fitch menyampaikan, kelemahan pasar properti China dan penurunan investasi infrastrukturnya akan menjadi ancaman bagi Indonesia, karena hubungan dagang kedua negara ini terbilang kuat.
Penurunan kegiatan konstruksi di China berpotensi menekan permintaan bahan baku dari kawasan, sementara itu kelebihan kapasitas industri Negeri Tirai Bambu ini bisa meningkatkan kompetisi melalui lonjakan ekspor ke pasar lain, termasuk Asia Tenggara.
Selain itu, Fitch juga mempertahankan outlook “deteriorating” untuk sektor teknologi, otomotif, kimia dan pelayaran di APAC.
Produk elektronik konsumen masih tertekan oleh pelemahan belanja global, sementara itu tarif AS yang lebih tinggi dapat memperburuk permintaan. Meskipun, segmen yang terkait dengan permintaan AI diperkirakan tetap menjadi titik terang.















