JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Fitch Ratings melaporkan, pasar utama sukuk mencatat penerbitan mencapai USD80 miliar pada Kuartal III-2025, sehingga menjadikan kuartal ketiga ini paling aktif dalam sejarah penerbitan surat utang syariah.
Berdasarkan laporan Fitch yang dikirim melalui surat elektronik, Kamis (9/10), peningkatan penerbitan sukuk tersebut terjadi di tengah tantangan terkait adanya aturan syariah baru, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, libur musim panas, ketidakpastian perang dagang, fluktuasi suku bunga dan nilai tukar, serta volatilitas harga komoditas.
Fitchmencatat, penerbitan obligasi di pasar utama justru terpantau menurun 17,6 persen dibandingkan dengan Kuartal II-2025, termasuk penerbitan oleh lembaga multilateral dalam berbagai mata uang.
Fitch juga merekam bahwa aktivitas penerbitan sukuk global tetap kuat pada awal Kuartal IV-2025, dengan pipeline yang tetap sehat.
“Penerbitan sukuk global tahun ini kemungkinan akan melampaui capaian di 2024, berkat suku bunga yang lebih rendah, permintaan stabil dari investor syariah dan kebutuhan pendanaan dan diversifikasi para penerbit. Prospek tahun 2026 juga terlihat menjanjikan,” ujar Global Head of Islamic Finance Fitch Ratings, Bashar Al Natoor.














