Fitch mencatat lonjakan kuat pada trafik udara internasional yang diperkirakan terus berlanjut pada Kuartal IV-2025, didorong oleh peningkatan signifikan aktivitas pariwisata dan perjalanan liburan akhir tahun.
Data yang dihimpun Fitch menyebutkan, jumlah penumpang internasional mencapai 5,1 juta pada Kuartal III-2025 atau sebesar 19 persen di atas rata-rata pra-pandemi dan naik 7 persen secara tahunan.
Bandar udara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali tetap menjadi pintu gerbang utama.
Untuk penerbangan domestik, Victor menyampaikan, rencana pemerintah menurunkan tarif tiket hingga 14 persen dan peningkatan mobilitas masyarakat saat liburan menjadi katalis pertumbuhan.
Namun, dia menilai bahwa keterbatasan kapasitas armada pesawat akan menghambat optimalisasi manfaat tersebut.
Pada sisi jalan tol, tambah Victor, tren perlambatan diperkirakan berlanjut hingga akhir Desember 2025. Libur panjang biasanya menurunkan aktivitas komuter di wilayah Jabodetabek, sementara itu potensi kenaikan tarif pada sejumlah ruas non-Jabodetabek semakin menekan pertumbuhan trafik.
Menurut Victor, dinamika ini membuat kinerja JSMR pada Kuartal IV-2025 diproyeksikan tetap lesu.
“Faktor musiman, tekanan pada penjualan kendaraan dan penyesuaian tarif menjadi tantangan bagi trafik jalan tol, termasuk bagi Jasa Marga,” ucapnya














