JAKARTA – Forum Komunikasi dan Advokasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jakarta kembali menegaskan bahwa kehadiran proyek dengan basis Sumber Daya Alam seperti panas bumi (geothermal) di Flores, dampaknya selalu bersentuhan erat dengan masyarakat lokal.
Ketua Umum FKKF Jakarta, Marsellinus Ado Wawo, S.H, dalam keterangan resmi FKKF mengatakan bahwa pembangunan geothermal hanya memperkaya pengusaha dan penguasa.
“Sebaliknya, rakyat hanya jadi objek pembangunan dan dampaknya adalah penderitaan jangka panjang,” kata Marsell, Jumat (11/4).
Menurut Marsell, selain seruan kenabian yang datang dari sikap para Uskup Provinsi Gerejawi Ende, soal penolakan proyek geothermal tidak perlu ahli.
“Lihat fakta di lapangan, kita sudah mengambil kesimpulan bahwa proyek geothermal selalu dilematis; antara berkat atau kutukan,” kata Marsell.
Marsell menerangan bahwa memang pada dasarnya semua orang butuh listrik. Namun, sumber listrik bukan semata hanya dari panas bumi (geothermal).
Menurutnya, Negara bisa mengusahakannya dari sumber lain; seperti angin, sinar matahari, udara, arus laut, bahkan biomassa.
“Kalau soal kebutuham pangan, tentu tidak bisa tergantikan selain bumi atau tanah. Tidak mungkin alternatifnya tanam di bulan atau mars. Pangan juga menjadi sumber penghasilan. Warga masyarakat bisa jual hasil pangan apa saja,” ujarnya.














