Marsell menyinggung, dengan kondisi geografis dan topografis, Flores terdiri dari sebagian besar gunung dan bukit atau berada ada cincin gunung api (ring of fire), sehingga lahan pertaniannya sedikit (sempit).
“Kita harus memilih mana yang paling penting; bangun geothermal yang mengorbankan banyak lahan dan berdampak bagi rusaknya lingkungan atau justru terpesona dengan referensi beberapa proyek panas bumi yang berhasil. Tapi banyak proyek geothermal yang berdampak buruk bagi wilayah setempat, yaitu memicu terjadinya gempa tektonik,” timpalnya.
Marsell menyebut sebuah tulisan dari Romo Stefanus Wolo yang bertugas di Swiss, bahwa di sana (Eropa, red) ada beberapa proyek yang ditutup.
Menurutnya, banyak proyek yang berbasis SDA menimbulkan kemalangan bagi masyarakat di sekitarnya; kerusakan lingkungan, pencemaran air minum, sungai, lahan pertanian, perumahan dan pemukiman, tanah terbelah, dan berbagai dampak negatif lainnya hingga korban nyawa.
Kelangsungan Hidup dan Dampak Jangka Panjang
Marsell beralasan, ke depan, manusia terus bertambah sehingga butuh rumah, sekolah, tempat ibadat, lahan pertanian, pemukiman, dan lain-lain.
“Semuanya butuh tanah. Karena masyarakat sangat membutuhkan tanah untuk keberlanjutan kehidupan mereka secara turun-temurun. Tanah adalah segala-galanya bagi masyarakat,” katanya.














