JAKARTA-Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan, ketidakpastian perekonomian global telah menggeser penempatan dana investasi perusahaan asuransi jiwa ke surat berharga negara (SBN) dan menurunkan nilai investasi di pasar saham.
Hal ini seperti dikemukakan Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim di Jakarta, Jumat (28/9).
“Saat ini perusaahaan asuransi berusaha mencari tempat yang aman untuk menginvestasikan uangnya seperti pada surat berharga pemerintah atau surat berharga di Bank Indonesia,” kata Hendrisman.
Menurut Hendrisman, kendati return dari penempatan dana di pasar saham lebih tinggi, namun pada situasi ekonomi global seperti saat ini, banyak perusahaan yang berusaha menghindari ketidakwajaran fluktuasi harga saham.
“Berinvestasi di saham memang memberikan return yang tinggi, tetapi risikonya juga tinggi,” katanya.
Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif AAJI, Benny Waworuntu mengatakan, meski kondisi ekonomi eksternal tengah memburuk, namun sejauh ini investasi perusahaan asuransi jiwa tetap mencatat pertumbuhan.
Hal ini tercermin dari total investasi pada Triwulan II-2012 sebesar Rp208,2 triliun atau meningkat 22,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2011.
Benny mengatakan, pada Triwulan II-2012, instrumen investasi industri asuransi jiwa berupa surat berharga yang diterbitkan pemerintah mengalami kenaikan menjadi Rp24,14 triliun atau meningkat 2.171 persen (year-on-year).













