Sedangkan pada surat berharga yang diterbitkan BI mencapai Rp3,58 triliun atau mengalami kenaikan 73,4 persen (yoy).
“Investasi di saham justru mengalami penurunan hingga 32,3 persen menjadi Rp52,88 triliun,” imbuhnya.
Lebih lanjut Benny menegaskan, menurunnya investasi pada saham terkait dengan fluktuasi harga saham yang tidak wajar di Semester I-2012.
“Memang ekonomi dunia sedang drop, tetapi industri asuransi jiwa kita masih tetap bagus. Karena, makro ekonomi Indonesia sedang bagus,” katanya.













