JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 12,3% menjadi Rp1.521 triliun sepanjang tahun 2025 dengan fokus penyaluran pada segmen UMKM.
Sementara total aset BRI per akhir 2025 tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp2.135 triliun.
Hal itu dikemukakan Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
“Pencapaian kredit BRI tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 9,6%,” katanya dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 secara daring di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid dengan pertumbuhan sebesar 7,4% yoy menjadi sebesar Rp1.467 triliun dengan dana murah atau CASA tumbuh mencapai 12,7%.
Dana murah yang kuat terlihat dari pertumbuhan giro yang mencapai 19,7% dan tabungan 7,9%.
Hal ini mendorong rasio CASA meningkat hingga 70,6%, menandakan biaya dana yang semakin efisien.
Tercatat biaya dana (cost of fund) DPK BRI pada akhir 2025 mengalami penurunan menjadi sebesar 2,9% atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 3,1%.














