Hingga akhir triwulan IV 2025, BRI membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun.
Ini ditopang oleh perbaikan fundamental dan inisiatif transformasi yang dilakukan Perseroan.
“Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan,” kata Hery.
Farida Thamrin, Direktur Treasury and International Banking BRI, menambahkan bahwa kinerja keuangan dan profitabilitas positif BRI didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai.
Hal tersebut tercemin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di level ample sebesar 91,4%. Angka ini memberikan ruang bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, liquidity coverage ratio (LCR) juga terjaga di level 136,9% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7% atau jauh di atas ketentuan regulator yaitu 100%.
“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga atau pendanaan yang lebih optimal,” kata Farida.














