JAKARTA-Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang meminta KPU DKI Jakarta agar memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemilukada DKI Jakarta menyusul masih maraknya pelanggaran di putaran pertama. Hal ini sangat penting, agar pelanggaran serupa tidak terulang di putaran kedua sehingga warga tidak kehilangan hak pilihnya.
“Pada putaran kedua, pendataan ulang pemilih harus lebih cermat. Di daftar semuanya, jangan sampai ada yang terlewatkan. Selain itu, persediaan surat harus di perbanyak namun tetap di bawah kontrol penyelenggara yang ketat agar tidak disalah gunakan oleh pihak tertentu,” ujar Sebastian di Jakarta, Jumat (17/2).
Menurut dia, maraknya pelanggaran di Pilkada putaran pertama DKI Jakarta harus menjadi catatan dan perhatian serius dari penyelenggara Pilkada. Sebab pelanggaran tersebut sangat merugikan pemilih dan calon yang akan dipilih.
Karena itu tegasnya, KPUD harus segera meminta laporan dari setiap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), untuk mengetahui dimana lokasi pelanggaran itu terjadi, sehingga pendataan lebih diprioritaskan di TPS bersangkutan. Langkah ini sangat penting, agar pelanggaran serupa tidak terulang yang berdampak pada hilangnya hak pilih warga. “Jadi harus cek dan ricek sehingga warga tidak kehilangan hak pilihnya,” jelasnya.












