Dia menjelaskan, jabatan DPR merupakan jabatan politik dan bergantung penuh pada kepercayaan rakyat. Saat ini, kepercayaan dari rakyat hampir berada di titik nadir. Hampir setahun tak ada prestasi membanggakan dari parlemen kecuali rupa yang nyaris membusuk akibat perilaku tak etis yang semrawut dari beberapa pimpinan dan anggota DPR.
Sementara itu, anggota DPR, Desmond Junaidi Mahesa menyarankan Setya Novanto mundur dari jabatannya. “Tidak ada pilihan bagi kami sebagai anggota, ya harusnya malu dengan Novanto. Kalau dia seorang gentleman (jantan), ya mundur. Ini kan mempermalukan DPR,” kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11).
Namun demikian, Desmond mengajak semua pihak melihat kasus ini secara komprehensif. Harus ada pembuktian terlebih dahulu, apakah Novanto, selama berhubungan dengan PT FI menggunakan kekuasaannya sebagai ketua DPR untuk mengeruk keuntungan pribadi atau murni soal bisnis. “Kalau benar itu urusannya adalah urusan pribadi Novanto, ya kan tidak ada masalah sebenarnya,” tambahnya.














