Menurutnya, perombakan kabinet ini tidak terlalu banyak membantu perbaikan ekonomi.
Pasalnya, kondisi ekonomi Indonesia sejak awal sudah berat. Salah satu indikatornya, defisit transaksi berjalan yang besar.
Kondisi yang berat tersebut dipicu oleh langkah keliru Presiden Jokowi menaikkan harga BBM, listrik dll, yang memicu inflasi semakin tinggi.
Dampaknya, justru, menekan daya beli masyarakat. Padahal ekonomi Indonesia ditopang konumsi.
Kondisi global yang buruk, menyebabkan rupiah semakin tertekan oleh USD yang meningkat,” jelasnya.














