“Melalui forum ini diharapkan perempuan bisa mengambil peran sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa, agama, dan negara,” katanya.
Dewan Pakar Fornas BTIka Irene Gayatri dalam kesempatan itu menekankan pentingnya keterlibatan dan peran perempuan dalam dunia politik sebagai upaya untuk mencegah konflik dan ekstrimisme.
“Perempuan bisa mencegah dorongan negatif untuk melakukan hal-hal yang tidak baik termasuk bentuk-bentuk ancaman yang merugikan,” katanya.
Sementara Sekjen Fornas BTIka Syaiful Arif yang juga hadir mengatakan di sebuah negeri dengan keberagaman yang tinggi seperti Indonesia, maka ideologi Pancasila merupakan pilihan yang tidak terelakkan.
Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir banyak hal terjadi yang sudah mulai melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila.
Hasil survei berbagai lembaga juga mengejutkan ketika kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih dasar negara khilafah justru semakin kuat ketimbang memilih Pancasila.
Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi pendirian Sekolah Pancasila yang diperuntukkan bagi semua anak Indonesia.
“Sekolah Pancasila ini kami anggap penting, jadi kami buka gratis pendaftaran bisa melalui Fornas perempuan,” katanya.













