Selain itu, FPIR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam isu polarisasi yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu demi kepentingan sempit.
“Kami mengimbau publik untuk tetap rasional dan tidak terpancing narasi adu domba. Polarisasi hanya akan melemahkan persatuan bangsa dan mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan besar yang seharusnya kita hadapi bersama,” ujar Fauzan.
FPIR menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agenda nasional yang berorientasi pada persatuan, kedaulatan negara, serta penguatan institusi sesuai dengan fungsi dan kewenangannya masing-masing.
“Indonesia membutuhkan pemimpin yang fokus pada mandat konstitusionalnya, bukan pada isu-isu yang justru memecah belah rakyat,” pungkasnya.













