JAKARTA-Forum Pecinta Sepak Bola Indonesia (FPSI) menilai, terbongkarnya mafia pengaturan skor di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sangat menciderai rasa sportifitas dalam dunia olah raga. Selain itu, masyarakat Indonesia dirugikan.
FPSI juga menyayangkan, akibat pengaturan skor mengakibatkan terjadi kekisruhan dalam kepengurusan PSSI, yang berdampak selama 2 minggu terjadi dua kali pengangkatan pelaksana tugas.
Kekisruhan dikepengurusan PSSI, dan dugaan terjadinya pengaturan skor membuat FPSI meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut para pengurus PSSI yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Alasan FPSI karena PSSI bagian dari KONI yang secara otomatis mendapat dana dari negara.
“Tetapi selama ini apakah kita pernah dengar PSSI membuat laporan keuangannya. Satu hal lagi kami melihat ada dugaan telah terjadi korupsi terhadap kebutuhan pemain, sarana dan prasarana maka dari itu kami meminta lembaga KPK harus mengusut tuntas. Dan, jangan terlalu lama lembaga anti rasuah ini mengusut pengurus PSSI,”jelas Ketua Umum FPSI Ibnu Zakaria Saka, di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).
Ibnu mengatakan, dugaan mafia pengaturan skor di dunia sepak bola Indonesia dinilai KPK sudah wajar mengusut para pengurus di PSSI.













