Ia menambahkan, diplomasi Indonesia harus diarahkan untuk memperkuat kerangka multilateralisme yang dilandaskan prinsip saling menghormati, serta sejalan dengan semangat yang dirumuskan oleh Piagam PBB untuk menciptakan perdamaian, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan.
“Hari ini kita dihadapkan pada realita dimana banyak saudara-saudara kita sesama umat manusia yang masih tertindas, serta tidak mendapatkan akses atas hak-hak kemanusiaan yang mendasar. Seperti kekejaman yang masih sampai hari ini dirasakan oleh rakyat Palestina yang harus segera diakhiri. Indonesia mendukung penuh Solusi Dua Negara sebagai langkah yang paling realistis untuk mewujudkan perdamaian abadi untuk Palestina,” tegasnya.
Budisatrio menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah diplomasi Presiden Prabowo di Parlemen, serta siap mengawal agar agenda diplomasi senantiasa sejalan dengan amanat UU dan kepentingan nasional.
Menurutnya, dengan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif, Indonesia dapat memperluas kontribusinya bagi keamanan dan perdamaian dunia.
“Kami di DPR RI, khususnya Fraksi Gerindra di Komisi I, siap memastikan bahwa setiap kebijakan luar negeri yang ditempuh Presiden mendapatkan dukungan politik dan kebijakan yang solid. Diplomasi Indonesia adalah bagian dari strategi besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional, membawa manfaat bagi rakyat Indonesia, dan berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” tutup Budisatrio.















