JAKARTA-Perusahaan penyedia data dan indeks, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel mengungkapkan, sejauh ini pasar modal Indonesia sudah mulai dihadapkan pada peningkatan permintaan terhadap produk investasi berbasis lingkungan hidup, sosial dan tata kelola (ESG).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur FTSE Russel, Andre Kasmara dalam Webinar ESG ETF bertajuk “Market Outlook: Navigating Growth Through Green Investment Strategy During Market Recovery” di Jakarta, Kamis (28/1).
Dia mengatakan, indikasi peningkatan permintaan terhadap produk investasi berbasis ESG tersebut sudah semakin kentara dalam dua atau tiga tahun terakhir, yang ditunjukkan oleh tingginya intensitas pertanyaan investor dan calon investor mengenai instrumen investasi berbasis lingkungan hidup.
“Dahulu, pada pelaksanaan seminar atau diskusi terkait investasi di pasar modal, hampir tidak ada peserta yang bertanya mengenai ESG investment. Tetapi, sekarang selalu banyak yang bertanya mengenai ESG,” ucapnya.
Dia menilai, peningkatan demand terhadap produk ESG investment tersebut dipengaruhi oleh kesadaran investor yang akan melakukan investasi jangka panjang dengan memperhitungkan kondisi lingkungan dan sosial di masa depan maupun tata kelola perusahaan yang baik (GCG).














