Di samping itu, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah.
Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73%, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.
Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih secara month to date (MTD) tumbuh positif double digit, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 10,2% YoY. Kinerja tersebut turut ditopang penurunan biaya dana atau Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF pada Januari 2026 terjaga pada level 2,06%.
Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1% secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.
Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.












