JAKARTA-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) meminta pemerintah melakukan restrukturisasi atau penurunan atas pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedan kecil yang saat ini mencapai 10%, dan mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) atau jeep yang mencapai 30% guna mendongkrak penjualan yang kini cenderung menurun. “Kami mengharapkan Presiden bisa meninjau ulang karena kami ingin harga-harga SUV maupun sedan kecil bisa bersaing, dan selanjutnya angka penjualannya bisa naik,” kata Ketua GAIKINDO Jongkie D. Sugiarto sesusai bersama jajaran pengurus GAIKINDO dan Asosiasi Industri Motor Indonesia (AISI) diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13).
Menurut Jongkie, dari kapasitas produksi sebanyak 1,9 juta unit, hingga Agustus lalu produksi kendaraan bermotor (mobil) di tanah air baru mencapai 740.000 unit, dan diharapkan bisa mencapai 1.000.000 unit hingga akhir 2015. Sementara dari sisi penjualan, jika sepanjang 2014 lalu terjual 1,2 juta unit mobil, tahun ini diperkirakan akan mencapai 950.000 – 1.000.000 unit. Jumlah tersebut sudah termasuk 200.000 unit yang diekspor, atau sama dengan tahun lalu. “Dengan demikian ada penurunan produksi hingga 16% dibanding tahun lalu,” kata Jongkie seraya menyebutkan, industri kendaraan bermotor di Indonesia menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja.













