Mengenai peningkatan ekspor, menurut Jongkie, industri kendaraan bermotor di Indonesia masih terkendala dengan komponen yang diimpor dan dipakai produksi untuk kendaraan bermotor yang akan diekspor. Untuk itu, GAIKINDO meminta agar komponen impor untuk produk yang akan diekspor tidak dikenakan bea masuk . “Jadi kami mengharapkan komponen tersebut bisa bebas bea masuk sehingga bisa kompetitif di pasar eksport,” ungkapnya.
GAIKINDO juga meminta pemerintah agar menguatkan struktur industri dengan memberikan insentif bagi investor baru di industri komponen. Ia menunjuk contoh, misalnya tax holiday sehingga industri komponen dalam negeri bisa berkembang. “ Industri komponen baru mencapai 600 perusahaan, sementara di negara lain sudah mencapa lebih dari 2500 perusahaan. Thailand saja sudah 2500 perusahaan,” jelas Jongkie.













