Dalam peringkat Kabupaten/Kota paling toleran, pada tahun 2018 Kota Surakarta tidak lagi menjadi salah satu kota paling toleran seperti tahun sebelumnya.
Harapan GAMKI Kota Surakarta agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak sekolah.
Pendeta Dina yang juga adalah tenaga pengajar di SD Kristen Setabelan II Surakarta mengharapkan program prioritas pemerintahan kota untuk menata pendidikan dasar agar berkontribusi menciptakan peserta didik yang berjiwa kebangsaan dan bersikap toleran terhadap orang-orang yang berbeda latar belakang.
Pendeta Dina menyayangkan maraknya rumah-rumah belajar yang mengajarkan intoleransi, mungkin karena kurang diawasi oleh pemerintah.
“Sedangkan sekolah kami saja yang berupaya menjaga nilai-nilai Pancasila dengan kontekstual, masih belum diperhatikan pemerintah,” ucapnya.
Sambung dia lagi, sekolah dasar yang dikelola langsung oleh GKJ Wisma Panembah ini mengalami kesulitan pembiayaan operasional, yang juga dialami banyak sekolah lain.
Kehadiran pemerintah kota sangat dibutuhkan dalam melihat kondisi ini, agar tidak jomplang antara harapan dan realita.
Ketua DPP GAMKI, Alan Christian Singkali, membenarkan apresiasi Ketua DPC GAMKI Surakarta.
Dia berharap warga Kota Surakarta dapat saling bahu-membahu membangun kerukunan, apalagi di masa pandemi ini.















