Menurutnya, kontribusi penjualan APERD akan terus tumbuh dari tahun ke tahun seiring dengan era digital yang semakin mempermudah transaksi pembelian reksa dana.
Karena itu, Alan optimis dengan kerjasama ini dapat mendukung pertumbuhan jumlah investor sekaligus mendorong inklusi dan literasi bagi masyarakat Indonesia.
Dia menilai bahwa digitalisasi akses instrumen investasi merupakan pendukung utama dari jumlah pertumbuhan investor reksa dana.
Diketahui bahwa PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan jumlah investor reksa dana sebanyak 6 juta per 19 Oktober 2021 dengan pertumbuhan paling tinggi yaitu meningkat 89,08% year-to-date jika dibandingkan dengan pertumbuhan investor saham ataupun investor surat berharga negara (SBN).
Total nilai aset produk reksa dana yang tercatat di KSEI bernilai Rp 799,26 triliun pada periode yang sama.
Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas mengatakan pertumbuhan jumlah investor reksa dana yang pesat merupakan hal yang baik bagi perekonomian bangsa karena terlihat antusiasme investor yang masih tinggi di kala pandemi.
Generasi milenial merupakan kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ini yang didukung oleh data KSEI dimana investor pasar modal kini didominasi oleh usia di bawah 30 tahun dan 30 – 40 tahun dengan jumlah 81,02%.












