“Kami berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan teknologi dan digitalisasi di Indonesia. Suatu kesempatan bagi XL Axiata bisa ikut mendukung pembangunan Jakarta sebagai Smart City melalui beragam platform solusi digital di jaringan 5G,” papar Gede.
Lebih lanjut Gede menambahkan, solusi digital yang dibangun EXCL untuk LPR ini akan lebih customize, terotomasi, real time, akurat, efektif dan efisien.
LPR akan menjadi use case pertama yang dikembangkan menggunakan AI berbasis computer vision dalam merealisasikan program kolaborasi tersebut.
Dia memaparkan, LPR berfungsi untuk mengenali, mengidentifikasi dan melacak objek, dalam hal ini plat nomor kendaraan yang bergerak dengan bantuan kamera pengintai (CCTV) di jalan.
Ke depannya, LPR diharapkan mampu mengidentifikasi jenis kendaraan dan umur kendaraan.
“Dengan kemampuan mendeteksi plat nomor kendaraan yang sistematis, banyak hal yang bisa dilakukan seperti, analisa trafik, perencanaan penempatan kantong parkir dan juga penegakan kebijakan lalu lintas, yakni sistem ERP dan ganjil genap,” ujar Gede.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama JIP, Araf Anbiya mengatakan, nantinya JIP juga akan mendorong terobosan penguatan ekosistem layanan berbasis teknologi 5G untuk di berbagai sektor, industri, korporasi, maupun institusi pemerintahan, termasuk pengembangan smart city.














