Tak sampai disitu, Ma’ruf menambahkan bahwa kerjasama antara MES dengan BUMN ini bisa semakin diperluas.
Dia menyebut, dari 28.914 pesantren di tanah air, setidaknya 12 ribu pesantren berpotensi untuk pengembangan ekonomi.
Sementara itu, Erick Thohir mengatakan bahwa sinergi baik pemerintah, swasta hingga pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan dalam upaya membangun dan mengangkat ekonomi rakyat dan umat.
Termasuk membangun ekonomi pesantren, pengusaha lokal dan juga pedesaan.
“Karena itu, pada saat ini kita coba meluncurkan beberapa program, Salah satunya yang mudah-mudahan menjadi game changer yaitu dengan program kerjasama Pertamina dan Pertashop. Dimana kami ingin membangun kerjasama dengan pesantren, Bumdes dan pengusaha lokal,” ungkapnya.
Erick juga menargetkan, dalam tiga tahun kedepan terjalin sedikitnya 5.000 Pertashop dengan pesantren. Melalui upaya ini Erick berharap terciptanya multiplier effect yang berkelanjutan.
“Tentu tidak mudah, tapi Insya Allah dengan komitmen yang hadir bersama-sama hari ini, kita yakin bisa dimudahkan,” tutup Erick Thohir.













