Tak hanya terbeban dari rugi selisih kurs, ekspansi GIAA yang sebagian besar didanai dari utang membuat beban keuangannya membengkak hingga 84,9% menjadi US$ 42,83 juta. Total kewajiban GIAA pun tercatat hingga US$ 1,14 miliar. Sementara ekuitasnya sebesar US$ 1 miliar. Total pendapatan usaha GIAA hanya naik tipis dari US$ 1,73 miliar, menjadi US$ 1,74 miliar. Pendapatan dari penerbangan berjadwal memberi kontribusi tertinggi sebesar US$ 1,59 miliar. Sementara pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal malah turun 43,6% year on year menjadi US$ 5,9 juta. Sementara pendapatan lainnya berkontribusi sebesar US$ 140,8 juta. (ek)












