“Oleh karena itu kami mempercayakan rekam warisan budaya kepada generasi muda yang rata-rata berusia 18 tahun. Dengan kepercayaan yang diberikan, anak muda Langenastran belajar untuk melihat, dan merekamnya menjadi suatu karya yang dapat didokumentasikan. Dokumentasi itu merupakan sejarah perjalanan hidup mereka juga,” ujar Susilo.
Oleh Susilo yang dosen FE Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini dijelaskan lebih lanjut bahwa, kepercayaan itu termasuk menyerahkan sepenuhnya cara pandang anak muda terhadap kampungnya dan terhadap sejarah budaya Indonesia.
Bersama dengan 11 temannya, Rian Nugroho yang merupakan warga Langenastran dipercaya untuk menggarap video untuk kepentingan promosi kampung wisata budaya Langenastran. Mereka adalah Rizky Yulianto, Risang Ksatria, Elian Hanif, Arif Triad, Veda Natalia, Istiana Meiranti, Lintang Muliana, Khaira Nova, Audita Arum, Ageng Prabowo dan Elrafiga.
Kesebelas anak muda ini adalah teman sekampus yang masih semester satu. Rian juga mengajak Amalina Apriliasari dan Birgitta Arania sebagai talent (model).
“Kami bukan siapa-siapa dan ini merupakan video kami yang pertama. Jangan bandingkan kami dengan mereka yang sudah professional. Namun karena kami diberi kepercayaan untuk membuat film dokumenter warisan budaya, suka tidak suka, kami juga perlu belajar mengenai banyak hal,” ujar Rian Nugroho yang bertindak sebagai sutradara.















