Sisanya sebesar 15% untuk modal kerja Perseroan.
Sebagai informasi, total pendapatan Cinema XXI meningkat sebesar
Rp3,12 triliun atau 243,8% menjadi Rp4,40 triliun pada 2022,
dari Rp1,280 triliun pada 2021.
Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan yang dihasilkan oleh kegiatan usaha bioskop, makanan dan minuman, iklan dan kegiatan usaha lainnya.
“Peningkatan total pendapatan pada tahun 2022 dibandingkan pada
tahun 2021 sebagian besar mencerminkan kondisi kegiatan usaha yang
mulai pulih setelah pelonggaran aturan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait Covid-19,” tulis manajemen Cinema
XXI.
Dari pendapatan bersih tersebut, Perseroan berhasil membukukan laba
bersih sebesar Rp504,54 miliar pada 2022.
Kondisi ini berbanding terbalik jika dibandingkan rugi Perseroan yang mencapai Rp365,80 miliar pada 2021.
Sementara itu, total aset Perseroan meningkat 5,14%, dari Rp6,42
triliun pada 2021 menjadi Rp6,75 triliun pada 2022.
Jumlah liabilitas juga naik 67%, dari Rp2,46 triliun menjadi Rp4,11 triliun pada 2022.
Sedangkan jumlah ekuitas Perseroan turun 33% menjadi Rp2,65 triliun
pada 2022, dari Rp3,96 triliun pada 2021. (ANES)













