Sebesar 3,16% untuk pembangunan gudang baru. Sekitar 9,16% untuk belanja modal.
Sisanya untuk modal kerja Perseroan.
Sebagai informasi, penjualan AEGS naik 60,42% menjadi Rp27,62 miliar pada 2022, dari Rp17,22 miliar pada 2021.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh naiknya penjualan sparepart, yaitu filter oil, filter air dan filter kendaraan bermotor.
Dari penjualan tersebut, Perseroan berhasil meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp825,88 juta (Rp10,32 per saham) pada 2022.
Angka ini melejit 572,69% dari laba tahun berjalan sebesar Rp122,77 juta (Rp1,53 per saham) pada 2021.
Sementara itu, total aset Perseroan per 31 Desember 2022 mencapai Rp34,799 miliar, naik sebesar 1% bila dibandingan dengan total aset Perseroan per 31 Desember 2021 sebesar Rp34,361 miliar.
Jumlah liabilitas AEGS per 31 Desember 2022 sebesar Rp20,179 miliar, turun 2% dari sebesar Rp20,578 miliar.
Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pada nilai utang kepada pemegang saham sebesar Rp2,445 miliar dan pada nilai liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp30,969 juta.
Adapun jumlah ekuitas AEGS per 31 Desember 2022 mencapai Rp14,620 miliar, naik sebesar 6% dari sebesar Rp13,782 miliar per 31 Desember 2021.
Kenaikan ekuitas terutama disebabkan oleh meningkatnya saldo laba karena perolehan laba bersih pada tahun 2022. (ANES)













