Namun, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menolak mengakuinya dan tetap mengesahkan kepemimpinan Oesman Sapta sebagai kepengurusan yang sah.
“Itu sebabnya saya mengambil sikap. Dan sikap saya adalah membangun soliditas partai, membangun kekuatan partai,” ulasnya.
Upaya itu menurut OSO, telah menbuahkan hasil yaitu sejumlah pengurus partai di daerah serta kader yang menjadi anggota DPRD I dan DPRD II juga kader yang duduk di DPR RI, yang semula sebagian mendukung Sudding kini beralih mendukung kepemimpinannya.
“Kemarin hadir di dalam pembukaan bimtek. 1.016 anggota DPR, DPRD I dan DPRD II, hadir semua. Belum pernah hadir sebanyak itu. Kita itu punya 1.200 lebih anggota DPRD di seluruh Indonesia. Dan kemarin yang hadir 1.016 itu luar biasa. Nggak pernah seperti tu selama ini. Jadi ada harapan bahwa mereka mampu mengubah mindset kekurangan partai selama ini,” ucap OSO.
Dan untuk menunjukkan soliditasnya, OSO mengatakan para kader sudah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kerja partai di bawah kepemimpinannya.
“Karena Rakernas kali ini sangat menentukan bagi Partai Hanura, sehingga para kader sudah menyatakan siap.
Hampir 25.000 kader termasuk seluruh DPC dan DPD Partai Hanura di seluruh Indonesia menyatakan siap hadir,” ujarnya.













