Ia pun meminta kepada para pemuda untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan bagaimana cara penyebaran COVID-19 dan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona yang disarankan menurut WHO dan Kemenkes, salah satunya soal pentingnya mencuci tangan selama 20 detik.
“Sangat penting ya kita untuk mencuci tangan. Setiap habis bersentuhan dengan orang lain atau memegang benda-benda yang umumnya dipegang oleh orang banyak. Sebab kuman yang menempel di tangan itu memicu infeksi, apalagi kebiasaan kita kan sering banget menyentuh permukaan wajah,” katanya.
Syahrul menghimbau masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi situasi saat ini dan tetap proaktif jika merasa memiliki gejala-gejala COVID-19.
Ia meminta masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kesehatan yang disediakan pemerintah dan melakukan tes cepat (rapid test) untuk pemeriksaan imuniglobulin sebagai screening awal.
“Rapid Test penting ya bagi yang memiliki gejala batuk, flu, sesak nafas dan demam selama tiga hari. Ini harus segera diperiksa, kalau hasil test dinyatakan positif maka si pasien ini harus mau diisolasi di rumah sakit,” katanya.
Ia memberi saran agar pemerintah segera meningkatkan dukungan yang diperlukan bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, termasuk menggratiskan biaya pengobatan dan biaya tes spesimen bagi mereka yang terpapar COVID-19.













