JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan industri batik sebagai warisan budaya sekaligus komoditas unggulan nasional.
Salah satu strategi yang kini diintensifkan adalah mendorong pelaku industri batik untuk menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Segmen anak muda dinilai semakin potensial seiring meningkatnya kesadaran terhadap nilai budaya, tren fesyen yang mengedepankan identitas lokal, serta meningkatnya dukungan terhadap produk dalam negeri.
Untuk itu, diperlukan pendekatan inovatif dalam desain, pemasaran, hingga kolaborasi antara pelaku industri batik dengan komunitas kreatif.
“Batik sudah diminati oleh Gen Z karena dipandang sebagai produk yang sesuai dengan karakter generasi muda yang berjiwa kreatif, menyukai orisinalitas, makna, dan peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Kecintaan generasi muda terhadap batik ini perlu kita maksimalkan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/8).
Reni meyakini, Gen Z yang juga akrab dengan teknologi dan media visual serta senang berbagi juga akan sangat mendukung perkembangan industri batik.















