JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus meningkatkan kinerja industri kecil dan menengah (IKM) sektor kriya agar semakin berdaya saing global.
Berbagai program strategis telah dilaksankan, antara lain melalui pembinaan, peningkatan kapasitas desain, inovasi berkelanjutan, serta fasilitasi akses pasar nasional dan global.
“Kriya Nusantara bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan warisan budaya yang merekam jejak sejarah, identitas lokal, dan filosofi hidup masyarakat Indonesia. Dari wastra tenun yang rumit hingga kerajinan logam tempa yang sarat makna, setiap produk kriya mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan lintas generasi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/8).
Salah satu upaya yang juga telah dilaksanakan, yakni penyelenggaraan Webinar bertema “Kolaborasi Kreatif Tingkatkan Nilai Ekonomi Produk Kriya Nusantara – Dari Warisan Budaya Menjadi Primadona Pasar Global” pada pekan kemarin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ditjen IKMA dalam memperkuat sektor industri kriya yang mengakar pada warisan budaya lokal, namun dikemas dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.















