JAKARTA-PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) alias rights issue sebesar Rp1 triliun.
Berdasarkan Prospektus PM-HMETD AMAR yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (16/2), Amar Bank akan melakukan penambahan modal dengan menerbitkan HMETD sebanyak 5.785.272.000 Saham Biasa Atas Nama bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 41,86 persen dari modal ditempatkan disetor penuh perseroan setelah PM-HMETD I.
HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham AMAR namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) pada15 Februari 2022.
Setiap pemilik 100 Saham Lama akan memperoleh 72 HMETD.
Sedangkan, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu Saham Baru.
Adapun harga pelaksanaan saham rights issue ini adalah senilai Rp173 per lembar.
Dengan demikian, AMAR bisa meraup dana melalui aksi korporasi ini sebesar Rp1 triliun. “Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum sebesar 41,86 persen setelah periode pelaksanaan HMETD.
Tolaram Group Inc sebagai pemegang saham utama AMAR juga sekaligus sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang memiliki 2.410.530.000 saham dan memiliki hak untuk memperoleh 1.735.581.600 Saham Baru.
Tolaram telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD sesuai dengan porsi kepemilikannya di AMAR.
Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada semegang saham HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.
Jika setelah alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham, maka Tolaram sebagai Pembeli Siaga akan membeli seluruh sisa saham tersebut sebanyak-banyaknya 4.049.690.400 saham seharga Rp173 per lembar, dengan jumlah maksimum Rp700,6 miliar.
Pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) diharapkan bisa dilakukan pada 16 Februari 2022, sehingga pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilaksanakan pada 17 Februari 2022 dan periode perdagangan HMETD selama kurun 17-23 Februari 2022.














