JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)pada perdagangan hari ini berpeluang untuk berbalik menguat, setelah kemarin sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (ATH) 8.087 dan ditutup melemah 0,14 persen ke level 8.040.
Koreksi IHSG di perdagangan Senin (22/9) hanya dipengaruhi penurunan harga pada 297 saham, sedangkan sebanyak 371 saham terpantau menguat dan ada 132 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin Rp23,09 triliun atau melorot dibandingkan Jumat pekan lalu Rp69,51 triliun.
Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG mulai dibayangi tekanan volume penjualan.
Adapun total volume transaksi di sepanjang perdagangan kemarin sebanyak 39,85 miliar saham atau merosot dibandingkan akhir pekan lalu yang mencapai 50,14 miliar saham.
“Best case, pergerakan IHSG masih berada pada bagian Wave [iii] dari Wave ave 5,” kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave untuk perdagangan Selasa (23/9).
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan bahwa IHSG tetap memiliki peluang menguat ke rentang 8.098-8.155.
Namun dalam skenario terburuknya, IHSG rawan terkoreksi cukup dalam ke kisaran 7.383-7.534.
Hari ini support IHSG di level 7.983 dan 7.899, sedangkan resistance-nya di level 8.063 dan 8.098.













