JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir pekan ini berpotensi meneruskan pola downtrend, setelah kemarin ditutup melemah signifikan 1,83 persen ke level 6.475.
Pelemahan IHSG di perdagangan Kamis (27/2) dipengaruhi penurunan harga pada 413 saham, sedangkan kenaikan hanya terjadi pada 196 saham dan ada 184 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin sebesar Rp13 triliun atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya Rp10,86 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh organisasi research and trading saham, WH Project, IHSG telah gagal mempertahankan support psikologis di level 6.500, sehingga pergerakan secara teknikal menunjukkan adanya potensi pelemahan lanjutan pada support trend line.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak melemah dalam range 6.400-6.600,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Jumat (28/2).
Dia menyebutkan, pergerakan IHSG masih dibayangi aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing.
Kemarin, net foreign sell di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp1,78 triliun yang terjadi pada saham BBRI, BBCA, BMRI, BRIS dan ICBP.















