Dia mengatakan, pernyataan IMF yang menyebutkan bahwa The Fed akan melakukan pengurangan pembelian obligasi di awal 2022, sebelum akhirnya akan menaikkan tingkat suku bunga Fed Fund Rate.
“Selama pemulihan ekonomi terus berlanjut, maka inflasi akan berada di kisaran yang stabil,” ujarnya.
Selain itu, kata Nico Demus, percepatan vaksinasi Covid-19 di AS akan membuat ekonomi AS kembali bersinar ada tahun depan, sehingga bisa berdampak positif bagi emerging market.
“Sejauh ini pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dengan kehadiran percepatan vaksin di Amerika,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Nico Demus, rencana pemerintah Indonesia yang akan merealokasi bantuan sosial pada program PPKM Darurat Jawa-Bali akan mengoptimalkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“PPKM Darurat diperkirakan akan membatasi pemulihan ekonomi di Kuartal III-2021 untuk perekonomian di Jawa dan Bali,” katanya.
Dia memperkirakan, pembatasan ini akan berdampak signifikan pada sektor industri perdagangan, ritel, transportasi, hotel dan restoran.
Sedangkan, untuk industri pengolahan, pertanian dan konstruksi diperkirakan tidak akan berdampak negatif secara signifikan.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan di-tradingkan pada level 5.950-6.067,” ucap Nico Demus.












