“Kami akan mengadakan program pendidikan tambahan selama tiga tahun di SMA dengan dukungan dari TNI dan Polri. Program ini mencakup pelatihan fisik, pembinaan mental, serta bimbingan akademik untuk mempersiapkan para calon siswa menghadapi seleksi sekolah kedinasan yang terkenal ketat,” kata Melki.
Sementara politisi Partai Golkar yang juga anggota Komisi III DPR RI Umbu Rudy Kabunang menyebut permintaan kuota khusus sekolah kedinasan berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri NTT.
Kondisi ini berujung pada rendahnya peluang anak-anak NTT menembus institusi strategis negara.
“Ini bukan sekadar permintaan, tetapi bagian dari upaya menciptakan keadilan dalam pemerataan kesempatan bagi daerah yang selama ini menghadapi tantangan besar,” ujar Rudi.
Dia mengaku terus membangun komunikasi dengan sejumlah kementerian untuk mendapatkan kuota khusus tersebut. Diantaranya adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Semua ini demi masa depan generasi muda NTT,” tegas Rudy.














