Ia juga mengungkapkan, penilaian itu menjadi pertimbangan bagi Golkar untuk mengusungnya dalam Pilkada DKI 2017.
Masih Tertinggi Sementara itu, dari berbagai survei, popularitas Ahok masih tinggi. Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) misalnya, memperlihatkan keunggulan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atas para pesaingnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.
Peneliti Bidang Negara, Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, tujuan survei untuk melihat siapa saja nama-nama tokoh yang berpengaruh dan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan publik. “Sekaligus sebagai masukan kepada publik Jakarta tentang kemungkinannya,” ujar Sirojudin di Jalan Cisadane, Jakarta, Kamis, 21 Juli 2016.
Responden yang diwawancarai langsung menjawab pertanyaan terbuka tanpa menyodorkan nama: seandainya Pilkada Gubernur DKI Jakarta dilakukan pada hari ini, siapa yanga akan dipilih?
Secara spontan 36,6 persen responden memilih Ahok. 
Ketika ditanya apa alasan utama memilih Ahok, 38 persen responden mengajukan alasan “sudah ada bukti nyata hasil kerjanya”.
Alasan itu berasosiasi dengan Ahok sebesar 57,4 persen. Adapun alasan “Orangnya tegas berwibawa” dipilih 15 persen responden, “Berpengalaman di pemerintahan” 8,4 persen, “Orangnya perhatian pada rakyat” 6 persen dan “Orangnya jujur bersih dari praktek KKN” 5,5 persen. ***














