JAKARTA-Ketua umum Partai Golkar Setya Novanto mengapresiasi pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pertemuan kedua negarawan tersebut saling menunjukkan sebagai pimpinan yang rendah hati, meski dalam Pilpres Juli 2014 silam sebagai rival yang keras.
“Jadi, pertemuan kedua tokoh itu justru menjadi teladan bagi anak-anak bangsa ini,” katanya dalam dialektika demokrasi “Makna Pertemuan Jokowi – Prabowo” bersama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, politisi PDIP Marurar Sirait, pengamat politik dari SMRC Sirojudin Abbas dan Rachmat Badja dari Universitas Al-Azhar di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (1/11/2016).
Menurut Novanto, pertemuan itu bukan hanya sekedar membicarakan masalah sosial politik, ekonomi, hukum, namun juga membahas kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.
Yang jelas elektabilitas Ahok tidak akan turun, meski akan didemo besar-besaran 4 November 2016 nanti.
Lebih jauh Novanto menambahkan permintaan maaf Ahok terkait dugaan penistaan agama sudah sangat jelas memberi pesan bahwa dirinya tidak bermaksud menistakan Al-Quran.
Dia menilaim masyarakat Jakarta sudah sangat profesional melihat kasus tersebut.
“Ahok kan pengalaman dan saudara Ahok sudah minta maaf dan sekarang sudah mengikuti proses hukum,” jelasnya












