Namun kata Badja, tidak tepat kalau sentimen radikalisme itu berada di belakang Prabowo, karena beliau ini tidak memiliki pengaruh terhadap kelompok radikal.
“Bahwa tergabungnya FPI, HTI, Salafi, dan ormas Islam lainnya kecuali NU dan Muhammadiyah, itu disatukan oleh isu bersama. Yaitu dugaan penistaan agama. Untuk itu harus diproses hukum agar segera ada jawaban bersalah atau tidak. kalau misalnya tidak terbukti bersalah, maka jawaban hukum itu dengan sendirinya akan menurunkan eskalasi kemarahan masyarakat,” ungkapnya. ***












