Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pembangunan wahana ini dilakukan oleh tenaga ahli, sehingga faktor keamanan dan keselamatan pengunjung terjamin.
“Wahana flying fox dibangun oleh tenaga ahli dari mitra PLN yang sudah berpengalaman dalam membangun wahana wisata di seluruh Indonesia. Material yang digunakan juga menyesuaikan dengan standar yang berlaku di seluruh Indonesia. Salah satu material yang paling penting adalah sling baja seluncuran yang mampu mengangkut beban sebesar 2 ton. Fondasi tower juga dibangun dengan standar tinggi menggunakan fondasi cakar ayam yang kokoh. Tinggi flying fox sekitar 10 meter dengan sling dobel kiri kanan yang menjamin keamanan saat berseluncur. Selain itu safety kit pengaman tubuh seperti helm dan tali pengaman maupun rem menggunakan bahan berkualitas tinggi. Crew yang disiapkan menjadi operator juga telah dilatih dengan baik sesuai SOP oleh instruktur berpengalaman” lanjut Johan.
Inisiatif dan inovasi baru di desa wisata Golo Loni ini disambut baik oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang selama ini juga berkolaborasi dengan pihak Desa Wisata Golo Loni.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguhmenyampaikan, peluncuran atraksi flying fox ini akan menambah ragam pengalaman menarik bagi para wisatawan dan memberikan perspektif baru bagi pengunjung.















