JAKARTA – Kalangan DPR mengusulkan jalan tol dalam kota pada jam-jam tertentu dibuka untuk masyarakat secara gratis, terutama pada jam-jam sibuk terjadi kemacetan.
Hal ini guna memenuhi fungsinya sebagai jalan bebas hambatan.
“Kondisi Jakarta pada jam sibuk, fungsi jalan tol sebagai jalan bebas hambatan tak terpenuhi. Saya minta pemerintah mempertimbangkan agar jalan tol pada waktu-waktu tertentu yang pada dibebaskan untuk masyarakat,” kata Ketua DPR, Marzuki Alie disela-sela meninjau korban banjir di Karawang,Jawa Barat, Kamis (24/1).
Menurut Marzuki, saat jalan tol macet, maka ini hanya menguntungkan pengelola jalan tol.
Sementara masyarakat yang membayar tol tidak mendapatkan hak-haknya sebagai konsumen.
”Warga masyarakat dirugikan dengan kondisi ini, hanya disuruh membayar kewajiban. Tapi tidak mendapatkan haknya. Pengelola jalan tol itu harusnya punya tanggungjawab, jangan hanya memungut uang dari masyarakat, tapi kalau macet tidak peduli,” tambahnya.
Marzuki mengambarkan Meneg BUMN Dahlan Iskan yang berani mengratiskan pengelola jalan tol ketika terjadi penumpukkan di pintu tol.
”Kalau Meneg BUMN saja berani mengratiskan. Karena jalannya terhambat karena pintu tol, harusnya negara juga bisa menggratiskan ini buat masyarakat,” ujarnya.













