Namun Marzuki mengrkitik kebijakan pemerintah yang sampai saat ini menempatkan pengelola jalan tol sebagai pemilik seumur hidup dari jalan tol.
Padahal jalan tol itu tidak seharusnya dikuasai oleh pengelola tol atau swasta yang berinvestasi.
“Jika modal dan keuntungan sudah didapat dari investasi, maka jalan itu harus dikembalikan kepada negara untuk dijadikan jalan gratis bebas hambatan non tol (tidak bayar). Tol itu sistemnya seharusnya menggunakan sistem BOT atau build operatis transfer,” imbuhnya.
Dia pun mencontohkan bagaimana Jagorawi yang dibuka sejak tahun 1978 oleh Mantan Presiden Soeharto sampai saat ini tetap menjadi jalan tol.
”Padahal setahu saya, jalan tol Jagorawi hanya direncanakan untuk dibuat tol selama 20 atau 30 tahun.Saat ini sudah 35 tahun tapi tetap saja menjadi tol.Investasi sudah kembali sejak lama, tapi tetap dijadikan tol.Ini tidak benar,” pungkasnya.













