Sebelumnya diberitakan, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Soepriadi, Blitar itu, Manajemen Persepam Madura Utama menemukan sejumlah kejanggalan atas keputusan Suyanto selaku pengadil di lapangan. Bahkan diduga kuat terjadi match fixsing atau pengaturan skor yang dilakukan wasit tersebut.
Asisten Persepam Madura Utama Nadi Mulyadi mengatakan pada pertandingan itu Persepam Madura Utama merasa dirugikan atas kepemimpinan wasit yang diduga kuat ada keperpihakan terhadap tuan rumah, PSBK Blitar.
Disamping itu, Nadi juga menyebutkan adanya indikasi match fixsing yang dilakukan wasit. Salah satu buktinya, wasit tidak memberikan sanksi kepada pemain PSBK Blitar meski melakukan pelanggaran keras di arena kotak penalti dan pemukulan pemain terhadap wasit.
Semestinya, pelanggaran di arena kotak penalti dan insiden pemukulan yang dilakukan pasukan laskar peta layak diberikan sanksi kartu merah. Namun sang pengadil lapangan membiarkan hal itu meski pemain menendang dan menampar dirinya. (aji)













