Sementara itu, GM Marketing Operation Region V Pertamina Giri Santoso melaporkan, hingga saat ini stok BBM dilebihkan 20 persen. Berdasarkan mekanisme yang ada, begitu stok turun, kapal penyedia stok BBM datang. “Kami menjaga agar tidak sampai stoknya habis, kemudian kapal baru datang. Ini sudah mekanisme. Yang dijaga stok BBM di Pertamina dan SPBU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika masyarakat mengalami panik dengan adanya rencana kenaikan BBM, permintaan BBM bisa naik sampai 50 persen. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan stok BBM agar tidak habis. Sehingga kebutuhan masyarakat terhadap BBM dapat terpenuhi. “Kelebihan rutin BBM dilebihi. Premium, Solar maupun Pertamax juga dipersiapkan stoknya,” katanya.
Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Polda dan Pangdam V/Brawijaya mengenai ketertiban dan antrean yang bisa terjadi di SPBU. Ini tujuannya agar antrean di SPBU tertib dan lancar.














